Dibawah Bayang Bayang Itazura Na Kiss

Sore ini, aku tidak mau belajar. Tidak dan tidak, meskipun 2 hari lagi ujian semester sudah menemuiku. Duh, untuk apa sih ujian semester? kalau hanya membuat kecemasan seperti ini. Apalagi dengan daya ingatku yang lumayan lemah membuatku sulit untuk mengingat apa yang aku baca. Ok!, setidaknya tidak belajar untuk sore ini. TITIK!.

Kulangkahkan kakiku menuju ke rumah putri sahabat dekatku, tujuannya untuk menghindari diri dari belajar tentu saja dan mencari hiburan lain. “Bi, Putrinya ada?”, tanyaku ketika sudah sampai pada pembokat di rumahnya. “Oh, neng Dian, kirain siapa, ada neng, tadi kata neng Putri langsung aja ke kamarnya”, “Tererengkyu Bi” balasku.

“Put, kamu g belajar?”, Aku keheranan ketika melangkah masuk ke kamarnya ternyata putri sedang menonton dorama bukannya belajar.

“Hushh.. diem, tuh aku lagi nonton Itazura Na Kiss, Naokinya cute banget”

Putri masih terlena dengan film dorama tersebut, kurebahkan badanku di kasur empuknya. Maklumlah, temenku yang satu ini adalah nona yang berasal dari keluarga kaya.

“Put, gw bosen nih belajar, ada buku bagus atau film gokil gak?”

“Eahh, Gw punya, gw punya.. Film super gokil yang gak akan lu lupain seumur hidup!”, Sambut Putri dengan gaya super lebaynya.

“Apa?”

“yah ini, Itazura Na Kiss, film tahun 1996 yang diangkat dari komik Jepang. Pemainnya imut super imut. takashi kashiwabara aka Naoki”

“ah, lebay ah.. ga segitunya kali put” aku pun jadi penasaran, satu kelebihan putri yang dari dulu gak pernah hilang adalah gaya persuasifnya yang sangat ampuh. kayaknya nih anak cocok jadi diplomat deh.

Akhirnya, turut juga aku dalam euforia Itazuranya si Putri ini, meskipun yang aku tonton scene di 1o menit terakhir. Wah, meski hanya 10 menit terakhir tapi filmnya sudah bener2 membuatku tertawa gokil meski ada beberapa scene yang romantis. Setelah selesai menonton (bukan buatku tapi buat Putri) dengan baik hati si Putri menawarkan film itu.

“Bawa flashdisk gak Dian?, film ini harus bener2 lu tonton. Yah, setidaknya bisa memacu lu buat ngedapetin si Rozi itu, sama kayak gw hihi”

Rozi?, duh, perkataan Putri benar-benar mengagetkanku. Yah, setiap nama itu disebut jantungku selalu memompa lebih cepat. Entah apa yang terjadi. Siswa Teladan yang selalu juara 1 dari SD (kata temen-temennya) sampai saat SMA ini. Sifat cool-nya membuat para gadis di sekolahku termasuk aku dan putri ini menjadi jatuh hati. Putri, sahabat baikku meskipun juga menyukai Rozi sangat tahu kalo aku cinta setengah mati dengannya. Entahlah, apa yang membuatku begitu jatuh hati padanya. Mungkin karena dialah pria pertama yang benar-benar ada di dalam hatiku dan sudah memiliki tempat permanen yang tidak bisa dihilangkan dengan apapun. Terbayang saat pertemuan pertama kami ketika aku sedang kehilangan dompet di suatu taman bermain akhirnya ada sesosok lelaki yang memberikan uangnya padaku.

“Nih, pake uang ini buat pulang, kamu sudah hampir sejam mencari dompetmu. Mungkin anak-anak nakal sekitar sini yang mencuri dompet kamu” ucap Rozi saat itu yang ingin membantu tapi dingin sekali, namun karena masih mencari akupun tak memperhatikan orang yang ingin membantu ini

“Oh, tidak usah saya masih punya uang banyak kok!” aku menjawab ketus saat itu, karena mendengar nada dingin yang dia ucapkan sambil memalingkan wajah untuk melihat wajahnya. Oh my Gosh, what a cute man… aku terpana dalam hati. Namun, sialnya karena mendengar jawabanku dia langsung berlalu pergi tanpa mau menjawab perkenalan yang aku ajukan setelah itu.

“Hey, jangan melamun!” Sentakan Putri membuat lamunanku buyar

“ah, gak melamun kok Put, siapa juga yang suka sama Rozi, cowok super dingin dan gak ada romantis-romantisnya kayak gitu”

“Eh, emang sih dia super dingin tapi belum tentu gak romantis juga lho Dian, coba bayangin kalo kamu jadi pasangannya terus dia mengajak kamu berduaan naik motor mengelilingi kota. Duh, itu pasti romantis!” lagi-lagi Putri memancingku untuk melamun hehe…

“Eh, Put, gw balik dulu yah, minta flashdisk gw yg udah lu kirim file film itu dong, g sabaran liat filmnya!

“tuh kan!”

Sesampainya di rumah, langsung buka laptop dan menonton film ini. Wah, ternyata benar-benar seru. Isinya tentang perjuangan gadis Kotoko, gadis super bodoh di sekolahnya yang menyukai cowok tampan dan genius di sekolahnya Irie Naoki, yang akhirnya Kotoko pun berhasil mendapatkan cintanya Irie Naoki. Yah, ternyata benar kata Putri, film ini membangkitkan kembali semangatku untuk mendapatkan cinta Rozi, cowok ngetop se-SMA yang hampir mustahil terjadi, setidaknya aku masih lebih pintar lah daripada Kotoko yang diceritakan di film tersebut. Hehe.. berarti kesempatan untuk mendapatkan cinta Toni lebih besar.

Kemudian setelah selesai menyaksikan dorama tersebut, kulihat profile facebooknya Rozi, duh ternyata banyak gadis-gadis bodoh yang tidak tahu malu yang menyatakan cintanya secara langsung baik di wall dan status cowok idamanku itu. Dan biasanya setelah beberapa jam, comment dan wall itu gak ada, kemungkinan besar dihapus sama Rozi sendiri. Sempat berfikir untuk meniru gaya mereka. TIDAKKK.. aku tidak mau separah itu, namun bila tidak dicoba gimana mau tau hasilnya. Akhirnya kuberanikan diri untuk mengirimkan message ke fb.nya, dengan begini tidak akan diketahui orang lain. Isinya tentang identitasku kemudian apakah aku boleh berkenalan dengannya, yah cuma itu.

Beberapa menit kemudian ada new message baru dan ternyata isinya cuma satu karakter yaitu ‘g’.  Sontak emosiku naik, betapa dingin dan sombong banget sih ini cowok. Cuma ingin kenalan doang,  udah nulis kalimat yang panjang dan tertatih-tatih agar sesuai dengan EYD-H [ejaan yang disesuaikan hati], eh malah dibalas dengan satu karakter doang yang artinya ENGGAK. Kuluapkan semua emosiku ke boneka lebah yang bernama Rozi, di kamarku.

Besoknya ketika di kantin sekolah, aku mencoba duduk di dekat Rozi, dan merasa menjadi gadis paling beruntung di dunia, aku mendapatkan tempat tepat didepan Rozi. Kuajak serta si Putri juga menemaniku. 5 menit kami makan disitu tanpa ada tegur sapa (dan sebenarnya perkenalanpun belum pernah terjadi sama sekali). Akhirnya kuberanikan diri untuk memulai pembicaraan.

“Hai Rozi, gimana dengan lomba matematika yang kamu ikuti di SMA BPK kemarin?, menang tidak?”

“ya” cuma itu jawaban yang keluar dari mulutnya

“wah, hebat dong, kalo gitu kami minta traktiran dong, mumpung belum bayar makanan nih hihi..”

“ga”

Duh, gak habis pikir, cuma kata-kata itu doang yang meluncur dari pria ini. Mana ada cewek yang mau tahan dengan kondisi kayak gini. Akupun mulai kehabisan kesabaran dan mulai ngomong lagi,

“Rozi, kamu memang selalu juara satu dalam pendidikan, olahraga dan ketampanan tapi sepertinya ada satu hal yang kamu gak punya dan gak akan pernah kamu punyai , Etika dalam Pergaulan, banyak gadis-gadis yang menyukaimu tapi kenapa kamu tidak menjawab mereka?, setidaknya katakan ‘tidak’ itu cukup untuk membuat mereka berhenti berharap padamu namun kalau seperti ini sepertinya malang sekali nasib mereka bila terus jatuh hati padamu, !” astaga kata-kata yang barusan kukeluarkan ternyata didengar banyak orang dan serentak anak-anak di kantin menertawaiku. Ada yang mengatakan stupid versus genius lah, lalu ugly woman hope star prince lah.. Arghh sial.. saat aku akan beranjak pergi, tiba-tiba Rozi menjawab,

“karena aku tidak menyukai wanita bodoh seperti mereka dan kamu” jawaban yang sangat menyakitkan dari seorang cowok cerdas yang tidak berperasaan ini membuat airmataku tidak dapat kutahan lagi sambil berlalu pergi.

Tangisan kulanjutkan lagi di kelas, untung ada Putri yang mengejarku sampai ke kelas.

“Udah Dian, jangan nangis terus, Udah lupakan aja cowok brengsek kayak gitu, ternyata hati dan otaknya bener-bener gak sinkron. Maafin gw juga karena yakinin elu untuk terus mengejar dia. kalau akhirnya kayak gini, udah yah plis, jangan nangis, yang penting kita masih ada temen baik, ga usah mengharapkan yang tidak pernah mengharapkan kita!” nasehat Putri membuat tangisanku mereda.

“yang gw sesalin Put, udah tau orangnya kayak gitu, Kok gw masih mau-maunya suka sama dia, memang sih gw agak terobsesi dengan film Itazura Na Kiss yang kemarin ditonton, gw pikir sosok Naoki itu melekat dengan sosok Rozi, ternyata enggak, enggak sama sekali. Mungkin sosok Naoki hanya ada di fairytale doang. ya Put?” Putri pun mengiyakan.

Malem harinya, film Itazura Na Kiss, kutonton kembali dan hasilnya masih menambah sesak di dada. Sampai akhirnya kuucapkan kuat-kuat dalam hati lalu kutulis dan kutempelkan di dinding bahwa I’m not KOTOKO but You’re not NAOKI too.

Kututup malam ini dengan membuat status facebook :” Aku memang kehilangan orang yang tidak mencintaiku, tapi dia kehilangan orang yang sangat mencintainya”. Beberapa detik kemudian sudah bermunculan puluhan komentar namun aku tidak mau membacanya. Hari ini kututup dengan tidur dan bermimpi menjadi KOTOKO di Itazura Na Kiss

(untuk dia yang mungkin tidak pernah mengharapkanku)

by Nandadian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: